Pentingnya Edukasi Gizi untuk Civitas Akademika dan Masyarakat

Institut Teknologi Bandung sebagai sebuah institusi besar yang mempekerjakan ribuan orang dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja yang setinggi-tingginya sehingga keterampilan, pengetahuan, keahlian serta penerapan gizi seimbang bagi tenaga kerjanya merupakan aspek yang harus diperhatikan.  Penerapan gizi yang seimbang bisa membuat kesehatan tenaga kerja dapat dipertahankan dan tenaga kerja akan dapat bekerja dengan baik, tidak mudah lelah dan mengurangi terjadinya tingkat kesalahan. Hal tersebut menunjukan bahwa produktivitas kerja seorang pegawai sangat dipengaruhi oleh kecukupan asupan gizi melalui konsumsi makanan.  Pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang berkorelasi dengan tingkat kesehatan.  Pegawai yang sehat akan bekerja lebih giat, produktif, dan teliti dalam melaksanakan pekerjaannya.

Bahan makanan yang diperlukan tubuh mengandung unsur-unsur utama seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Fungsi dari zat-zat gizi tersebut adalah sebagai sumber tenaga atau kalori (karbohidrat, lemak dan protein), membangun dan memelihara jaringan tubuh (protein, air dan mineral) dan mengatur proses tubuh (vitamin dan mineral). Secara khusus, gizi adalah zat makanan yang bersumber dari bahan makanan yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan dan lingkungan kerjanya (Tjipta, 1990)

Ide tentang pemenuhan gizi para pegawai melalui konsumsi makanan sudah lama diterapkan di Kampus ITB Jatinangor yaitu dengan cara menyediakan kantin yang higienis dengan sajian makanan yang memperhatikan keseimbangan gizi.  Selain itu diadakan juga kegiatan penyuluhan atau seminar yang akan menambah wawasan tentang kesehatan dan gizi secara teratur sehingga kesehatan tenga kerja yang setinggi-tingginya dapat dicapai dan dipertahankan.

Pada Hari Senin, Tanggal 14 Desember 2015 diadakan seminar dengan tema “Pentingnya Edukasi Gizi untuk Civitas Akademika dan Masyarakat” yang digagas oleh Direktorat Eksekutif Kampus ITB Jatinangor  bekerjasama dengan UPT Layanan Kesehatan ITB, bertempat di Aula Barat Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No. 10 Bandung.  Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi Prof. Dr. Irawati yang dalam sambutannya menekankan pentingnya seminar ini yaitu banyak sekali pelajaran berharga yang bisa didapat dari narasumber sehingga kita bisa menerapkan pola hidup sehat dalam lingkungan kerja dan keluarga.

IMG_4125Seminar ini menampilkan 3 (tiga) orang pembicara yaitu :

1. dr. Kunkun K. Wiramihardja, dipl. Nut (Ahli Gizi), dengan topik : “Pola Hidup Sehat” yang menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat dengan memperhatikan pola makan yang benar yaitu jumlah asupan gizi, komposisi bahan makanan, waktu dan cara makan.  Kemudian yang kedua adalah pola aktivitas fisik yang biasa dilakukan setiap hari serta jenis dan frekuensi olah raga yang rutin dilakukan.

2. Dra. Dela Triatmani, Apt. (Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar POM di Bandung), dengan topik : “Bahan Berbahaya pada Makanan” yang membahas tentang keamanan pangan, dimana hal tersebut harus diperhatikan sebagai upaya untuk mencegah makanan terhindar dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

3. Ibu Atalia Praratya Kamil (Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung), dengan topik : “Edukasi Gizi oleh Tim Penggerak PKK Kota Bandung”.  Secara ringkas dijelaskan tentang peran PKK dalam pendidikan Gizi bagi masyarakat khususnya di Kota Bandung sehingga bisa mengurangi jumlah masyarakat penderita gizi buruk.

Berita Terkait