Kemah Kerja Teknik Geodesi dan Geomatika ITB Angkatan 2013 : Petaku Untukmu, ITB Jatinangor

Jatinangor.itb.ac.id – Senin (6/6/2016), kiriman berita dari  Galmare  Yulia Robert.

Sekitar 98 orang mahasiswa jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB angkatan 2013 melaksanakan kemah kerja di Kampus ITB Jatinangor. Kemah kerja ini dilaksanakan selama kurun waktu 2 minggu, sejak tanggal 15 sampai dengan 29 Mei 2016. Kemah kerja ini biasa dilakukan setiap tahun pada semester ke-6 guna melatih softskill dan hardskill  mahasiswa sebagai seorang calon surveyor dalam menghadapi dunia kerja yang sebenarnya. Kegiatan kemah kerja ini memetakan seluruh kampus ITB Jatinangor dengan memfokuskan wilayah pemetaan daerah terbangun dengan skala 1 : 500 . Rangkaian pemetaan dimulai dari pengukuran titik kerangka dengan GPS, pengukuran kerangka dasar horizontal dan vertikal secara terrestris, dilanjutkan dengan pemetaan detail dan penyajian data.

Kegiatan pengukuran kerangka horizontal dan vertikal rata-rata dikerjakan dalam waktu 4 hari dikarenakan ketelitian tinggi yang harus dicapai oleh mahasiswa. Melakukan pengukuran kembali wajib dilakukan apabila belum mencapai ketelitian yang diharapkan.  Pemetaan detail tidak memiliki kontrol kualitas tertentu seperti halnya pada pengukuran kerangka sehingga kontrol kualitas dilakukan dengan penggambaran data sudut dan jarak dalam mm blok. Hasil penggambaran yang tidak sesuai dengan keadaan di lapangan harus diulang kembali pengukurannya. Data yang telah diperoleh dan diolah pun selanjutkan akan disajikan menjadi peta. Penyajian data ini dilakukan dengan bantuan software AutoCad, Surfer, dan Arcgis serta mampu dikerjakan hanya dalam waktu 2 hari .

Mahasiswa juga ditugaskan untuk menghitung azimuth matahari dengan membidik matahari lewat vickers serta menadah bayangannya dengan kertas. Kegiatan lain yang cukup menantang dalam kemah kerja ini ialah tes alat. Tes ini menguji kemampuan mahasiswa untuk melakukan centering, levelling serta membidik target dengan ETS dalam waktu 15 menit. Tes alat ini mampu dipecahkan oleh salah seorang mahasiswa dalam waktu hanya 3 menit.

Berita Terkait