Pusat Pemberdayaan Pedesaan ITB (P2D ITB)

Pusat Pemberdayaan Perdesaan ITB (P2D ITB) merupakan salah satu Pusat yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM ITB) yang mengkhususkan kegiatan pada pengkajian /studi tentang pembangunan dan pemberdayaan perdesaan baik dari segi kehidupan bermasyarakat, infrastruktur, sosial, budaya, dan ekonomi. Kegiatan penelitian di P2D ITB memfokuskan pada hal bagaimana salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat terlaksana dengan baik, yaitu pengabdian kepada masyarakat khususnya masyarakat pedesaan. P2D berdiri sejak tahun 2013, digagas dan disetujui pendiriannya oleh beberapa dosen dari berbagai multi keahlian. Kegiatan yang menjadi fokus P2D salah satunya adalah KKN Tematik ITB yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Manfaat dari kegiatan tersebut adalah membantu memecahkan permasalahan yang ada di daerah yang tertinggal dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Program kerja P2D sangat terbuka bagi siapa saja (Pemerintah, Institusi, Akademisi, Perusahaan) yang tertarik di bidang pemberdayaan perdesaan/pemberdayaan masyarakat.  Kegiatan P2D dilakukan sebagai program kerjasama (kemitraan) bersama berbagai institusi, diantara yang pernah dilakukan adalah kerjasama dengan:

  1. Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten serta institusi pemerintah yang berkepentingan dengan pemberdayaan perdesaan
  2. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), Kementerian Dalam Negeri (DepDAGRI), Kementerian Pendidikan Nasional (DIKNAS) dan Kementerian RISTEK
  3. Institusi luar negeri yang berkepentingan dengan pemberdayaan perdesaan.
  4. Sumber-sumber lain, seperti pribadi, donator individu, dll.

Selain itu, beberapa perusahaan yang pernah melakukan kerjasama dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yaitu:

  1. Perusahaan Minyak: Eni Indonesia, Conoco-Phillips Indonesia, Pertamina.
  2. Perusahaan Tambang: Freeport, KPC, Adaro.
  3. Perbankan: Bank Mandiri, Bank Jawa Barat

Pada Tanggal 21-22 November 2015  Pusat Pemberdayaan Pedesaan (P2D) ITB mengadakan konferensi internasional yang berjudul ‘ENDINAMOSIS 2015’ First International Conference on Rural Development and Community Empowerment‘.   Endinamosis 2015 merupakan acara resmi dari pusat pemberdayaan perdesaan (P2D) untuk beragam disiplin ilmu agar dapat saling berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan akademik dan penelitian.

Dalam acara ini disediakan sesi presentasi, para presenter dipersilahkan untuk mengirimkan paper untuk di publish dalam jurnal internasional. Jumlah presenter yang melakukan presentasi pada sesi ini ada 17 orang yang terbagi menjadi 2 ruangan secara parallel. Pada sesi ini diberikan pertanyaan dan brainstorming untuk memberikan ide tentang isi paper yang dibawakan. Proses selanjutnya adalah review dari para reviewer sebelum akhirnya dapat diterbitkan di jurnal ilmiah.

Keynote Speech pada kegiatan ini adalah Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP selaku Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertinggal (Ministry of Disadvantaged Region). Judul Speech yang dibawakan adalah tentang Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pada Daerah Tertentu Di Indonesia. Kemudian Sesi berikutnya adalah sesi panelis yang diisi oleh :

  1. Agus Astra PDN, Applied Equations Inc., Calgary, Canada. Judul presentasi yang dibawakan “Energy Policy for Rural and Remote Areas in Canada”
  2. Sümer Şahin, Atilim University, Ankara, Turkey. Judul presentasi yang dibawakan “Possible Nuclear Energy Contribution for Rural and Remote Area”
  3. Irwan T. Rusli, Ph.D., Founder and President of Princeton Institute of Technology, New Jersey, USA.

Menurut panitia pelaksana Mariam Al-Lubu, ST.  (yang merupakan alumni SITH-ITB), persiapan acara ini dilakukan dari bulan Mei 2015 sampai hari H yang meliputi:

  1. Pembentukan gagasan/konsep acara
  2. Pembentukan standing official (panitia teknis, Advisory Committee, Screening Committee, dan Tim Reviewer)
  3. Pengumpulan dana
  4. Call for abstract
  5. Call for full paper
  6. Call for participant
  7. Persiapan teknis penyelenggaraan acara

 

 

 

Berita Terkait