ITB Kampus Jatinangor Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ilmu Pengetahuan di Kecamatan Jatinangor

  • DSC01794
  • DSC01799
  • DSC01802
  • DSC01803
  • DSC01806
  • DSC01810
  • DSC01819
  • DSC01822
  • DSC01823
  • DSC01824
  • WhatsApp Image 2018-12-12 at 14.43.47 (2)
  • WhatsApp Image 2018-12-12 at 14.43.47 (1)
  • WhatsApp Image 2018-12-12 at 14.43.47
  • workshop pel sampah1

Jatinangor.itb.ac.id – (Senin, 10/12/2018)

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor, Senin pagi (10/12), kembali menggelar Workshop dan Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ilmu Pengetahuan menjadi Lingkungan yang Sehat dan Masyarakat yang Mandiri dan Kreatif di Kecamatan Jatinangor bertempat di Gedung Utama ITB Kampus Jatinangor.

Kasubdit Kerjasama dan Pemantauan Lingkungan Kampus ITB Jatinangor, Dr. Sony Heru Sumarsono mengatakan, kegiatan workshop tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Jatinangor, beberapa kepala desa, relawan bancana, dan Forum Peduli Sampah dan Penanganan Sungai dan lain-lain.

“Kecamatan Jatinangor berkembang cukup pesat menjadi wilayah perkotaan, mengalahkan perkembangan kabupaten Sumedang itu sendiri sebagai induk dari kecamatan jatinangor. Adanya pembangunan beberapa apartemen, kampus-kampus nasional, jumlah penduduk semakin banyak dan beberapa tanda-tanda yang lainnya, hal ini menuntut konsekuensi perilaku kita dalam kepedulian terhadap lingkungan” ucapnya.

Dengan jumlah penduduk Kecamatan Jatinangor yang saat ini bisa mencapai ratusan ribu,  “Tak terbayang volume sampah yang dihasilkan, bisa mencapai puluhan ton sampah tiap hari. Oleh karena itu melalui kegiatan pengolahan sampah berbasis teknologi ini, diharapkan bisa membantu dalam pengolahan dan penanganan sampah di Jatinangor” ucapnya.

Dr. Sony menjelaskan, pelatihan ini diisi dengan pemberian materi yang disampaikan dua narasumber yaitu Dr. Mochammad Khaerul (Teknologi Pengolahan Sampah) dan Dr. Eri Mustari (Pembuatan Pupuk Organik Cair), semoga dengan materi tersebut bisa aplikatif atau bisa diwujudkan di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, paling tidak ada hal-hal baru yang diserap para peserta, yang otomatis akan menambah wawasan dan pengetahuan” ucapnya. Kendati demikian, beliau berharap kedepannya perlu kerjasama dengan masyarakat untuk mengolah dan memanfaatkan sampah tersebut. Ia juga berharap, para peserta mempunyai ide, gagasan dan kreasi untuk mengolah sampah di Jatinangor. Sehingga kedepan, menjadi tempat nyaman untuk bekerja, belajar dan beraktivitas, tutupnya.

Berita Terkait