Kunjungan Kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Wilayah Provinsi Bangka Belitung terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta beberapa pulau kecil lainnya. Provinsi dengan ibukota Pangkal Pinang ini ditetapkan sebagai provinsi ke-31 oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.

Saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah berumur 15 tahun. Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah daerah Kepulauan Bangka Belitung untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerahnya.  Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya minat perjanjian kerjasama, baik dengan instansi, pemerintahan maupun pihak swasta. Sehingga perjanjian tersebut diharapkan bisa mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan Bangka Belitung.

Untuk itu, pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu banyak mempelajari cara-cara dan pola kerjasama yang dilakukan oleh Provinsi lainnya.  Provinsi Jawa Barat dipilih untuk mendapatkan acuan atau referensi pola kerjasama tersebut.  Salah satu bentuk Kerjasama Pemprov Jawa Barat yang dianggap sukses adalah kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung.

Pada hari Kamis, tanggal 17 Desember 2015, rombongan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung didampingi oleh tim dari Pemprov Jawa Barat berkunjung ke Kampus ITB Jatinangor. Seluruh pimpinan di Direktorat Eksekutif Kampus ITB Jatinangor menyambut kedatangan ini dengan hangat dan bersahabat.

Kampus ITB Jatinangor sendiri merupakan bagian dari multi kampus ITB.  Bagian dari bentuk atau contoh perjanjian kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Institut Teknologi Bandung tentang pengelolaan dan peningkatan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya Direktur Eksekutif Kampus ITB Jatinangor, Dr. Wedyanto, M.Sc. memaparkan bahwa setelah dikelola ITB, banyak sekali pembangunan yang sudah dilakukan seperti halnya pembuatan pagar keliling kampus, sarana olah raga jogging track, jalan penghubung di dalam kampus, jaringan listrik, 2 (dua) buah Gedung Laboratorium Teknik, Gedung Kuliah Umum, Masjid Al-Jabbar, Asrama Mahasiswa, Instalasi Pengolahan Air Bersih, Laboratorium Sedimentasi, kelengkapan laboratorium yang menelan biaya 40-50 milyar, Situ 1 dan 2, dan instalasi jaringan ICT yang menghubungkan  seluruh gedung dan terkoneksi langsung dengan Kampus ITB Ganesha.

Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Direktur Eksekutif Kampus ITB Jatinangor juga memberikan paparan tentang pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat sekitar Jatinangor dengan mengadakan kursus pelatihan literasi komputer bagi guru-guru sekolah dasar, aparatur kecamatan maupun perangkat desa di Jatinangor dan sekitarnya. Selain itu, masyarakat di sekitar kampus ITB jatinangor juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga outsourcing. Keberadaan ITB Kampus Jatinangor secara tidak langsung juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Kampus ITB Jatinangor.

ITB akan terus mengembangkan Kampus Jatinangor sesuai dengan Master Plan yang telah dibuat Tahun 2010. Sampai dengan Tahun 2015, sudah ada 11 (sebelas) Program Studi Baru di Kampus ITB Jatinangor.

Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan tentang kemungkinan kerjasama dengan ITB dan sekaligus mengundang Pimpinan Kampus ITB Jatinangor untuk berkunjung ke Bangka Belitung. Hal ini mengingat tidak sedikit keinginan dan harapan anak-anak Bangka Belitung yang berminat melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung.

Berita Terkait