Partisipasi ITB Memberikan Inovasi Teknologi dalam Bursa Inovasi Desa Kab. Sumedang

  • IMG_20190731_090627
  • IMG_20190731_090630
  • IMG_20190731_090645
  • IMG_20190731_100240
  • IMG_20190731_102616
  • IMG_20190731_102747
  • IMG_20190731_102756
  • IMG_20190731_103300
  • IMG_20190731_104038
  • IMG_20190731_104359
  • IMG_20190731_104523
  • IMG_20190731_104638

Jatinangor.itb.ac.id – (Rabu, 31/07/2019)

Pemkab Sumedang menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster I meliputi 8 Kecamatan di Sumedang bagian barat (Rabu, 31/7/2019) yang bertempat di GOR Pencak Silat ITB Kampus Jatinangor.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Tedy Mulyono , S.H., M.Si. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai embrio penguatan desa lewat potensi yang ada, juga sebagai rujukan bagi semua terutama terkait kewirausahaan, pengembangan/peningkatan SDM dan pemberdayaan ekonomi di desa masing-masing. Terlebih, saat ini Desa mendapat kucuran Dana Desa, Alokasi Dana Desa, BKUBK, Bantuan Provinsi dan lainnya.

“Dengan kegiatan inovasi ini bisa manjadi inspirasi dan komitmen bersama untuk membangun desa, sesuai karakteristik dan tipologi masing-masing desa. Manfaat yang lain yang tidak kalah penting adalah ajang ini bisa membuka wawasan, pengalaman dan bertukar informasi antar desa dan kecamatan di seluruh indonesia termasuk instansi terkait,”

Beliau juga mengatakan orientasi dari program ini adalah pencapaian target, seperti optimalisasi peran BUMDES dan peningkatan ekonomi kerakyatan “Ini sesuai dengan visi-missi Kabupaten Sumedang,” katanya

Pada kegiatan ini dipamerkan hasil karya kelompok sumber daya manusia, kelompok insfrastruktur, kelompok pengembangan ekonomi di stand yang ada. Tak ketinggalan ITB Kampus Jatinangor melalui mahasiswa-mahasiswanya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Safira, Gubernur Multi Kampus KM ITB menjelaskan bahwa ajang ini adalah kesempatan yang baik bagi mahasiswa ITB untuk memperlihatkan dan menampilkan karya-karyanya di acara ini. Hampir semua prodi yang ada di ITB Kampus Jatinangor ikut menampilkan hasil-hasil karyanya, diantaranya:

  • Teh Cascara; Teh dari kulit kopi
  • Tepung Fercaf (Fermented Cassava Flour); Tepung pangan singkong terfermentasi
  • Instalasi Hidroponik
  • Pengolahan kayu hasil tanaman hutan
  • Kerajinan gerabah
  • Kajian-kajian tentang pengembangan desa
  • Video-video permodelan teknologi irigasi dll.

Safira berharap, “Semoga kegiatan ini bisa membuka peluang kerjasama dan berjejaring antara mahasiswa dan masyarakat terutama masyarakat desa sehingga apa yang sudah dipelajari oleh mahasiswa bisa diaplikasikan langsung dan terasa manfaatnya di masyarakat”, pungkasnya.

 

Berita Terkait