Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM-ITB) Menggalang Stakeholders dalam Gerakan Entrepreneurship Masyarakat Peri-Urban

  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (1)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (2)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (4)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (5)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.42.34
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.43.08
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (1)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (2)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (4)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (5)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.42.34
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.43.08
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 14.39.38
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 14.56.04
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (1)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (2)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44 (4)
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 11.18.44
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.42.34
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 13.43.08
  • WhatsApp Image 2018-08-15 at 14.56.04

Jatinangor.itb.ac.id – (Kamis, 09/08/2018)

Daerah pinggiran kota adalah suatu daerah yang juga dikenal sebagai daerah ”urban-fringe”atau daerah ”peri-urban” merupakan daerah yang memerlukan perhatian yang serius karena begitu pentingnya daerah tersebut terhadap perikehidupan baik desa maupun di kota dimasa yang akan datang.  Desa Cieunyi Kulon Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung termasuk kawasan peri-urban yang berbatasan dengan kota Bandung. Disekitarnya banyak dilaksanakan program pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten bahkan swasta.

Proyek LRT, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kawasan-kawasan perumahan besar dan elit (Reale Estate) adalah beberapa contoh program-program pembangunan di Desa Cileunyi Kulon dan sekitarnya yang akan menjadi ancaman sekaligus peluang bagi masyarakat terdampak pembangunan tersebut. Daerah ini akan menjadi dinamis dan masyarakat harus bisa beradaptasi agar tidak menjadi beban pembangunan.

Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM-ITB) dalam rangka melaksanakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tingginya yaitu pengabdian masyarakat, berupaya menghimpun dan melatih masyarakat peri-urban di Desa Cileunyi Kulon untuk mendayagunakan potensinya dengan mengadakan kegiatan “Pembentukan Kelompok Usaha Bersama, Pelatihan Kewirausahaan dan Pembuatan Barang Kerajinan Berbasis Jahit-menjahit pada Masyarakat yang Terdampak Pembangunan di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung”.   Untuk Pemateri dalam acara ini antara lain : Drs. H.A. Mulyadi, MM. (Kebijakan dan Program Pembangunan Wilayah Desa), Nia Nindhiawati, SH., MSi. (Pembentukan Kelompok Usaha Bersama),  Drs. Usman Karyana (Kewirausahaan dan Pemberdayaan UKM) dan Uu Patlimawati (Keterampilan Jahit-menjahit).

Acara dibuka oleh Wakil Direktur Eksekutif ITB Kampus Jatinangor yaitu Dr.Taufikurahman, yang dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para peserta di Wilayah ITB Kampus Jatinangor. Beliau berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan skill, kepercayaan diri atau motivasi dalam berwirausaha, yang akhirnya masyarakat Cileunyi Kulon bisa mandiri dan sejahtera di desanya sendiri.

Kegiatan ini dilaksanakan di ITB Kampus Jatinangor pada Tanggal 9 Agustus 2018.  Peserta terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang sebagian besar pernah bekerja di industri garmen tetapi keterampilan yang mereka miliki baru sekedar teknik dasar menjahit belum sampai pada design skill dan membuat pakaian dari awal hingga akhir.

Menurut Prof. Dr. Sudrajati Ratnaningtyas sebagai penggagas dan penanggung jawab dari kegiatan ini,  bersama Kemenristek Dikti dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM), SBM-ITB dan pemerintah berkomitmen bahwa kegiatan ini tidak hanya sekedar pembekalan atau pelatihan keterampilan an sich tapi juga akan diadakan monitoring secara berkala juga para peserta difasilitasi untuk memamerkan dan memasarkan hasil usahanya pada pameran-pameran di Lingkup ITB dan Nasional.  Beliau juga berharap dinas-dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas KUKM di Kabupaten Bandung bisa memfasilitasi para peserta yang nantinya tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk mengakses program-program pemerintah baik itu dari pusat, provinsi dan kabupaten guna peningkatan kesejahteraan dengan basic skill yang telah mereka dapatkan di kegiatan ini.

Berita Terkait