Mekarnya Bunga Tabebuya Menambah Keindahan dan Keasrian ITB Kampus Jatinangor

  • WhatsApp Image 2019-01-02 at 08.31.47
  • WhatsApp Image 2019-01-02 at 08.31.47
  • WhatsApp Image 2019-01-02 at 08.31.47
  • WhatsApp Image 2019-01-03 at 13.56.41
  • WhatsApp Image 2019-01-03 at 13.56.40 (2)
  • WhatsApp Image 2019-01-03 at 13.56.40 (1)
  • WhatsApp Image 2019-01-03 at 13.56.40

Jatinangor.itb.ac.id – (Jumat, 04/01/2019)

Keindahan Pohon Tabebuya di Surabaya, Magelang, dan berbagai kota lain, menyedot perhatian publik akhir-akhir ini. Mereka menyebut tanaman tersebut mirip dengan bunga sakura asal Jepang. Karena keindahannya tersebut, warga pun meminta pemerintah setempat untuk menanam lebih banyak Pohon Tabebuya.  Meski indah, Tabebuya diketahui bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari kawasan tropis benua Amerika.

Menurut Wikipedia, Tabebuya (Chrysotricha) adalah jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil termasuk jenis pohon besar, dan seringkali orang kebanyakan menyebutnya sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga bentuk mirip seperti bunga sakura.  Pohon Tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.  Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, juga ada banyak sekali spesies tabebuya dan berasal dari berbagai negara dengan genus tabebuia dan dengan warna bunga beraneka macam, tetapi yang sering dijumpai di Indonesia yang kuning terompet dengan Bunga pohon tabebuya memiliki panjang 3 –11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.

Tabebuya merupakan pohon lindung yang mampu berbunga dan memiliki bentuk bunga yang bagus. Selain memiliki beberapa pilihan warna, Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan dapat diatur dengan manipulasi pola pemupukan.

Habitat asli Tabebuya berasal dari daerah dengan iklim kering, sehingga memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam kondisi kekeringan. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis. Tabebuya adalah pohon rendah pemeliharaan, membutuhkan pemangkasan hanya untuk memangkas tangkai mati atau rusak.

Untuk menambah keasrian dan kecantikan taman-taman disekitar ITB Kampus Jatinangor, sejak Tahun 2013 mulai ditanam puluhan Tanaman Tabebuya Bunga Kuning khususnya di sekitar Gedung Asrama Mahasiswa dan Amphitheater.  Setelah mencapai umur tiga tahun, pohon ini tumbuh dan berkembang dengan baik serta mulai berbunga mekar semua Tahun 2016 diawal bulan September dan Oktober dan menghasilkan biji yang bisa dipergunakan untuk pembibitan atau perbanyakan tanaman.

ITB Kampus Jatinangor memiliki 2 (dua) Screen House atau Rumah Kasa yang didalamnya terdapat Shading Nursery atau area persemaian yang memiliki naungan yang dipergunakan untuk pembibitan Tanaman Tabebuya yang berasal dari biji.  Kegiatan pembibitan dilakukan oleh Tim Sarana Prasarana ITB Kampus Jatinangor dengan memanfaatkan biji indukan Tanaman Tabebuya yang ditanaman di sekitar Asrama dan Amphitheater yang ditanamn sejak Tahun 2016 tersebut.

Di Awal musim hujan Tahun 2018, ratusan Tanaman Tabebuya Kuning hasil pembibitan dengan ketinggian tanaman kurang lebih 50 cm sudah disebar untuk ditanam di berbagai area di ITB Kampus Jatinangor.   Agar bibit Tanaman Tabebuya yang ditanam tumbuh dan berkembang dengan baik, dilakukan juga pemupukan dengan menggunakan kompos yang dihasilkan sendiri oleh Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) ITB Kampus Jatinangor.

 

Berita Terkait