Sejarah Kampus ITB Jatinangor

Jatinangor.itb.ac.id

Kampus ITB Ganesha memiliki luas sekitar 29 hektar dan dihuni 23.000 orang, yang merupakan akumulasi angka dari jumlah dosen, karyawan, dan para mahasiswa ITB. Dihitung-hitung dengan rumus kepadatan per luas daerah pun, kampus ITB Ganesha sudah tergolong padat karena seharusnya, kapasitas kampus ganesha ini hanya untuk 15.000 orang. Oleh karena latar belakang itulah, tercetus pembangunan ITB multikampus, yaitu pembangunan Kampus ITB baru di Jatinangor. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan ITB sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul. Dengan pembangunan ITB Jatinangor ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas ITB dalam berkarya, demi mendukung tercapainya Visi ITB.

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor sebagai salah satu bagian dari ITB Multikampus, keberadaannya diawali oleh perjanjan kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia. Kesepakatan ini tertuang dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangi pada tanggal 27 Januari 2010 dengan nomor 073/02/otdksm dan No. 022/K01/DN/2010.

Perjanjian tersebut diadendum melalui kesepakatan addendum pertama, tanggal 31 Desember 2010 No. 065/K01/KM/2010 yang diikuti oleh adendum kedua No. 073/01/PBD dan 004/IJLA/KM/2013 pada tanggal 18 Januari 2013.

Selanjutnya keberadaan Kampus ITB Jatinangor berdasarkan kepada Perjanjian Hibah antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang Hibah Barang Milik Daerah Berupa Tanah dan Bangunan yang terletak di Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang pada Tanggal 29 Agustus 2016;

Pemberian Hibah Barang Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kepada Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, berupa :

  1. Tanah seluas + 405.120 m2 (empat ratus lima ribu serratus dua puluh meter persegi) dan bangunan seluas 27.244 m2 (dua puluh tujuh ribu dua ratus empat puluh empat meter persegi);
  2. Bangunan Masjid Al-Jabbar seluas 1.600 m2 (seribu enam ratus meter persegi); dan
  3. Tanah seluas 68.300 m2 (enam puluh delapan ribu tiga ratus meter persegi) terletak di Desa Sayang Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang;

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 2017 diserahterimakan Barang Milik Negara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berupa Bangunan senilai Rp43.739.928.000,- kepada Institut Teknologi Bandung dengan Berita Acara No. 3449/A.A3/KU/2017

Perjanjian, pemberian hibah dan serah terima Barang Milik Negara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tersebut memastikan pengembangan dan keberlanjutan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi oleh Institut Teknologi Bandung di Jatinangor Kabupaten Sumedang,