“Exprobe 2018” Prodi Teknik Pangan dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi Semarakan ITB Kampus Jatinangor

  • IMG_7191
  • IMG_7205
  • IMG_7209
  • IMG_7210
  • IMG_7212
  • IMG_7213
  • IMG_7214
  • IMG_7217
  • IMG_7220
  • IMG_7221
  • IMG_7223
  • IMG_7224
  • IMG_7225
  • IMG_7226
  • IMG_7228
  • IMG_7230
  • IMG_7234
  • IMG_7235
  • IMG_7237
  • IMG_7238
  • IMG_7240
  • IMG_7241
  • IMG_7242
  • IMG_7245
  • IMG_7247
  • IMG_7249
  • IMG_7250
  • IMG_7251
  • IMG_7253
  • IMG_7254
  • IMG_7255
  • IMG_7257
  • IMG_7258
  • IMG_7259
  • IMG_7261
  • IMG_7262
  • IMG_7273
  • IMG_7275
  • IMG_7277
  • IMG_7278
  • IMG_7280
  • IMG_7281
  • IMG_7283
  • IMG_7285
  • IMG_7286
  • IMG_7287
  • IMG_7288
  • IMG_7290
  • IMG_7291
  • IMG_7293
  • IMG_7294
  • IMG_7295
  • IMG_7297
  • IMG_7299
  • IMG_7300
  • IMG_7301
  • IMG_7302
  • IMG_7303

Jatinangor.itb.ac.id – (Rabu, 21/11/2018)

Fakultas Teknologi Industri (FTI) mengadakan pameran tugas akhir Mata Kuliah PG/TB4091 ”Proyek Interdisiplin Program Studi Teknik Pangan dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi”  bertempat di Selasar Labtek 2A dan Labtek 2B. Pameran diselenggarakan hari Rabu 21 November 2018 dimulai pada pukul 10.00 sd. selesai.  Pameran bertemakan Exprobe (Exhibition of Interdisiplinary Projects for Food Engineering and Bioenergy and Chemurgy Engineering 2018).

Pameran mendidik mahasiswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya.  Kelak para mahasiswa terjun ke lapangan dan bekerjasama dengan beberapa multidisiplin ilmu yang didapat dari dunia pendidikan dan luar dunia pendidikan.

Pameran diikuti 10 kelompok, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya berdasarkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh program studi sarjana dan memecahkan masalah serta cara mengatasi masalah itu sendiri.  Salah satu tema dari karya mahasiswa tersebut adalah hasil produksi dan hasil limbah yang berada dilingkungan ITB Kampus Jatinangor diolah sedemikian rupa supaya tidak terjadi pencemaran udara dan tidak mengganggu lingkungan. Hasil karya tugas akhir ini menjelaskan cara-cara atau langkah kerja dengan metode prototype dan solusi menanganinya.

Keberhasilan pelaksanaan pameran ini tidak terlepas dari kerjasama yang dibangun antara Fakultas Teknologi Industri ITB dengan tim expert dari PT Ultrajaya.  Terima kasih atas jasa baiknya pameran ini bisa terwujud.

Pameran dihadiri oleh para pejabat Fakultas Teknik Industri dan para dosen di lingkungan ITB Kampus Jatinangor.  Serta dihadiri pula para pejabat dan kasie di ITB Kampus Jatinangor.  Acara ini sangat meriah karena undangan bisa menikmati menu makanan hasil olahan yang diciptakan oleh mahasiswa.  Banyak menu makanan yang telah disediakan dan makanan bisa dinikmati gratis.

Para peserta  menampilkan hasil olahan dari bahan dasar dari penelitiannya.  Mengolah sesuatu yang semula mempunyai nilai rendah dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai tinggi sehingga hasil olahan makanan mempunyai manfaat lebih.

Terlampir stand peserta pameran yang diprakarsai oleh Program Studi Teknik Pangan dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi Fakultas Teknologi Industri dibagi menjadi 10 kelompok diantarannya,

Kelompok 1-Green Paperbag

Masalah: ITB Jatinangor menghasilkan cukup banyak sampah daun kering, mencapai 27 kg/hari. Pemanfaatan sampah daun tersebut hanya dijadikan pupuk saja, sedangkan terdapat potensi pengolahan lain yang dapat dilakukan.

Solusi: Sampah daun kring dapat didaur ulang menjadi kertas. Kertas kemudian dibuat menjadi paperbag sebagai wadah untuk membuang sampah organik kering.

Kelompok 2-Sistem Pengairan Asrama

Masalah: Terjadinya kekurangan air di asrama ITB Jatinangor, sehingga menyebabkan terkadang tidak adanya air di asrama. Selain itu, asrama ITB Jatinangor TB 5 sedang dalam tahap pembangunan. Rencananya asrama ini dapat menampung 600 orang penghuni.

Solusi: Pembangunan storage tank tersendiri untuk TB 5. Selain, itu disarankan juga untuk memasang flow meter pada setiap pompa yang digunakan. Jika memungkinkan, dapat juga dilakukan pengolahan air bekas mandi dan cuci menggunakan sistem pengolahan air ultrafiltrasi.

Kelompok 3-Filter Penyaring Limbah Cair Asrama

Masalah:Penegelolaan limbah cair asrama yang ada saat ini masih belum berjalan dengan optimal, cairan hasil pengolahan dibuang langsung ke lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap. Selain itu pada saluran pembuangan juga masih tardapat padatan-padatan seperti rambut yang dapat mengakibatkan sumbatan pada pipa.

Solusi: Multimedia filter yang terdiri atas karbon aktif, woodchip, pasir, dan kerikil berfungsi untuk menyaring air limbah sehingga limbah pun dapat digunakan kembali. Filtrat kemudian akan dimanfaatkan sebagai air flush toilet atau air penyiram tanaman sebagai bentuk optimalisasi penggunaan air. Untuk mengurangi padatan pada saringan, maka dibuat suatu saringan dengan lubang berukuran kecil.

Kelompok 4-Vakum Gajah

Masalah: Banyaknya sampah daun yang berserakan baik di jalan maupun di taman sekitar ITB Jatinangor. Hal tersebut disebabkan oleh kurang efektifnya sistem pengolahan daun yang dilakukan oleh pihak IPST dan Masadenta. Setelah melakukan  penulusuran ternyata kurang efektifitas disebabkan oleh kurangnya alat atau fasilitas yang mendukung proses pengolahan tersebut.

Solusi: Vakum Gajah merupakan alat yang dapat mempermudah pengambilan daun dengan menggunakan vakum serta dilengkapi degan alat pemisah batu sehingga daun yang diambil dapat langsung dicacah tanpa melalui pemisahan manual.

Kelompok 5-OLIFE: Organic Liquid Fertilizer

Masalah: Jumlah limbah makanan kampus ITB Jatinangor yang menumpuk, namun belum adanya pengolahan dan pemanfaatan yang tepat.

Solusi: Pengolahan dan pemanfaatan pada limbah makanan menadi OLIFE “Organic Liquid Fertilizer” dalam upaya menambah Added Value limbah makanan dan mengurangi pemakaian pupuk kimia di kamous ITB Jatinangor

Kelompok 6-Modifikasi Mesin Insenerator

Masalah: Pada kampus ITB Jatinangor, volume sampah anorganik adalah 20kg/hari dan diantaranya terdapati sampah an organik yang tidak memiliki nilai jual. Sampah jenis ini membutuhkan mesin insenerator untuk mengolah samoah namun untuk membakar 200 kg dibutuhkan 50 liter bahan bakar. Pemakaian energi  yang tinggi ini menunjukan perlu adanya optimalisasi alat Insenerator.

Solusi: Pembakaran mesin insenerator membutuhkan suhu 800-1200֗C dan mengahasilkan asap dengan suhu yang tinggi. Asap tersebut dapat dimanfaatkan untuk pirolisis sehingga sebagian sapah anorganik tak bernilai dapat dikonversi menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk mesin insenerator.   
Kelompok 7- Filter Minyak Goreng

Masalah: Setelah mengoreng, seringkali terdapat minyak goreng sisa yang digunakan untuk menggoreng makanan selanjutnya, sehingga mengakibatkan pemakaian minyak goreng secara berulang kali. Minyak goreng yang dipakai secara berulang-ulang (minyak jelantah) menyababkan minyak gorengan teroksidasi dan membentuk senyawa-senyawa yang tidak baik untuk kesehatan konsumen untuk jangka panjang.

Solusi: Penjernihan minyak goreng dengan memanfaatkan limbah kulit pisang karena memiliki banyak kelebihan. Selain itu, solusi baik karena memanfaatkan limbah kulit pisang yang selama ini tidak pernah dimanfaatkan sebelumnya.

Kelompok 8-MAGNETO X

Masalah: Sampah botol PET yang semakin meningkat menjadi permasalahan utama yang harus dicarikan solusinya, botol PET berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan barang lain dengan nilai jual yang lebih tinggi. Untuk dapat memanfaatkan  sampah botol PET tersebut diperlukan suatu alat terintegrasi untuk memproses botol PET menjadi barang lain yang bernilai jual lebih tinggi secara mudah dan praktis.

Solusi: Membuat alat pengolah botol PET menjadi barang lain yang memiliki nilai jual tinggi yang dapat dioperasikan dengan mudah juga praktis. 

Kelompok 9-Smart Trash Can

Masalah: Sampah menjadi salah satu permasalahan di Indonesia yang tidak kunjung usai, khususnya di Kampus ITB Jatinangor. Tempat pembuangan akhir (TPA) pun semakin meluas tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya tumpukan sampah adalah sulitnya untuk mengolah sampah yang sudah tercampur tanpa melakukan pemisahan terlebih dahulu sehingga proses daur ulang sampah pun menjadi mahal dan memakan waktu yang cukup lama.

Solusi: Pembuatan tempat sampah yang dapat mengidentifikasi jenis sampah tertentu merupakan solusi yang efektif. Selain pembuatan tempat sampah untuk jenis sampah yang berbeda, pembuatan infografis dalam bentuk poster juga merupakan solusi untuk membantu menyadarkan masyarakat di lingkungan Kampus ITB Jatinangor mengenai pemilahan sampah .

Kelompok 10-Mesin Pencacah & Pengepres Sampah

Masalah: Terus menumpuknya volume sampah di tempat pembuangan sampah di area perumahan Puri Indah, Desa Cikeruh menyebabkan banyak masalah kesehatan dan belum teratasi dengan baik. Hal ini disebabkan karena kemampuan untuk mengangkut sampah ke pengolahan sampah LH di Sumedang kurang.

Solusi:Pengurangan volume sampah adalah dengan menghancurkan sampah dengan mesin pencacah dan selanjutnya masuk ke alat pemadat sampah. Dengan begitu volume sampah yang bisa diangkut truk sampah akan meningkat, karena ukuran sampah sudah diperkecil dan dipadatkan sehingga kerapatannya akan meningkat. Dengan dipadatkannya menjadi bentuk yang  relatif sama, maka volume total truk pengangkut dapat dimanfaatkan dengan lebih maksimal untuk diisi oleh sampah.

Berita Terkait