Orientasi Pertama Mahasiswa Baru Angkatan 2015 Program Studi Sarjana Teknik Pangan dan Sarjana Teknik BioEnergi dan kemurgi

Jatinangor.itb.ac.id – Kamis (03/03/2016). Institut Teknologi Bandung secara resmi telah membuka tiga Program Studi baru Sarjana yaitu Program Studi Sarjana Teknik Pangan, Program Studi Sarjana Teknik Bioenergi dan Kemurgi di Fakultas Teknik Industri, dan Program Studi Sarjana Pasca Panen di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Seperti tahun-tahun pertama angkatan sebelumnya, mahasiswa baru angkatan 2015 juga diwajibkan mengikuti perkuliahan Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun. Perkuliahan Tahap Persiapan Bersama (TPB) dilaksanakan di Kampus Ganesha, termasuk mahasiswa TPB dari Fakultas Teknik Industri dan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Sejak tahun 2010, mahasiswa Program Studi yang baru  disahkan di tahun itu akan melaksanakan perkuliahan nya di kampus jatinangor, berpindah dari ruang perkuliahan dari kampus ganesha ke kampus jatinangor. Hingga mahasiswa TPB angkatan tahun 2015, tahun ini sudah mempersiapkan diri untuk memulai perkuliahan pertama di bulan Agustus mendatang.

Salah satu persiapan sebelum memulai kuliah di kampus ITB Jatinangor, Ketua Program Studi Sarjana Teknik Pangan, Dr. Melia Laniwati Gunawan, M.Sc, bersama-sama mahasiswanya mengunjungi Kampus ITB Jatinangor. Tujuannya adalah mengenal Kampus ITB Jatinangor atau disebut dengan Orientasi Pengenalan Kampus ITB Jatinangor.

IMG_20160303_144905[1]Kegiatan orientasi ini diikuti sekitar 78 mahasiswa baru angkatan 2015 dari Fakultas Teknik Industri yang akan masuk kedalam Program Studi Sarjana Teknik Pangan dan Program Studi Sarjana Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Ini merupakan orientasi pengenalan kampus jatinangor yang pertama bagi Program Studi Sarjana Teknik Pangan dan Program Studi Sarjana Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Kegiatan dilaksanakan tanggal 3 Maret 2016 dan dimulai dari Pukul 12:00 sd 17:00 WIB dengan berjalan kaki bersama, dimulai dari Gedung Kuliah Umum II menuju Labtek IB dan labtek IA. Mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Pangan dan Program Studi Sarjana Teknik Bioenergi dan Kemurgi direncanakan akan banyak menggunakan ruang kuliah di kedua labtek tersebut.

Setelah labtek 1A, perjalanan dilanjutkan menuju WTP (Water Treatment Plan), tempat instalasi pengolahan air bersih di Kampus ITB Jatinangor. Kemudian berlanjut ke  Gedung Lab Fisika dan Gedung Lab Komputer. Perjalanan keliling kampus ITB Jatinangor didampingi langsung oleh Dr. Melia Laniwati Gunawan, M.Sc.

Perjalanan diteruskan ke Asrama, disini mahasiswa mendapatkan penjelasan dari pengurus asrama jatinangor yaitu Bapak Heri Sucipto terkait fasilitas asrama dan jumlah anggota penghuni asrama per kamar. Sepertiga mahasiswa yang telah mendapatkan formulir pendaftaran penghuni asrama telah bersedia menempati asrama kampus ITB Jatinangor. Fasilitas asrama yang lengkap dan tidak jauh dari tempat perkuliahan, akan sangat sayang dilewatkan bagi mahasiswa yang benar-benar ingin fokus menempuh pendidikan nya.

Pihak kampus Institut Teknologi Bandung sendiri tidak mengharuskan mahasiswa nya untuk menghuni asrama kampus ITB Jatinangor, mengingat keterbatasan jumlah kamar.  Saat ini terdapat empat gedung asrama, dua gedung untuk asrama putra dan dua gedung untuk asrama putri.

Selama kegiatan pengenalan lingkungan kampus ITB Jatinangor, mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan nya. Meskipun sebagian besar mengeluhkan masih sepi nya kampus ITB Jatinangor, namun mereka yakin kampus ITB Jatinangor akan segera menjadi besar dan ramai seperti halnya di kampus ganesha.

Berita Terkait