Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional kita tingkatkan kreatifitas, produktivitas dan inovasi bangsa

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015

Setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari kebangkitan nasional, hari lahirnya Boedi Oetomo (20 Mei 1908). Sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji.  Organisasi ini bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Bangsa Indonesia melalui pergerakan pemuda yang mengeyam bangku pendidikan.

STOVIA adalah sekolah kedokteran di Zaman Kolonial Belanda. Sekolah yang awalnya diperuntukan bagi kalangan bangsawan di Jawa dan madura ini merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran UI dan kemudian dirasa perlu untuk sekolah khusus di bidang teknik. Tahun 1920 lahirlah sekolah teknik pertama di Bandung Indonesia, Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandung)

Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, merupakan The founding father dari Technische Hoogeschool te Bandoeng . Tanggal 2 Maret 1959, berdirilah Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seiring berjalannya waktu, kini ITB merupakan universitas berkelas dunia yang mencanangkan peningkatan jumlah paten, prototype, dan karya kreatif; kerjasama dengan berbagai pihak untuk menerapkan hasil riset dan karya kreatif untuk menjawab permasalahan bangsa, dan reorientasi fokus penelitian. Berbagai strategi ini diupayakan untuk menguatkan ITB sebagai Research University untuk menuju Entrepreneur University

Saat ini ITB telah berhasil menelurkan berbagai produk dan inovasi kreatif nya di tahun 2015 seperti berikut ini :

  1. Semen hidup , merupakan ide kreatif untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan yang seringkali rusak melalui pemanfaatan makhluk hidup berupa bakteri atau mikroorganisme sebagai campuran dalam semen dalam pembuatan beton. Bakteri tersebut bersifat mati suri, dimana ia dapat hidup jika mendapatkan stimulus seperti air hujan.
  2. Kursi Roda Robotik, merupakan konsep yang diterapkan oleh Dr. Suprijanto S.T., M.T., (dosen Teknik Fisika ITB) pada pengembangan instrumen medis untuk membantu pasien yang tidak dapat melakukan perintah motorik sebagaimana mestinya. Pasien pascastroke yang mengalami kelumpuhan, mengalami gangguan syaraf motorik akibat kecelakaan, ataupun yang menjalani amputasi adalah contoh pasien yang bagian motoriknya tidak dapat menjalankan perintah dari otak. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen medis yang mampu mendispensasi keadaan ini dan membantu proses terapi, seperti kursi roda yang mampu bergerak sesuai perintah otak secara langsung tanpa bantuan gerak oleh anggota tubuh lainnya.
  3. Mesin Misil Turbojet, hasil penelitian Dr. Firman Hartono, S.T, M.T., salah satu dosen Teknik Penerbangan ITB yang merupakan misil jenis cruise adalah misil yang mampu terbang dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengejar target dan dengan ketinggian hanya kurang lebih dua puluh meter di atas permukaan laut. Kemampuan ini membuat misil jenis cruise  mampu menghindar dari radar dan menjadikannya sebagai misil yang efektif. Misil ini terdiri atas bagian navigasi yang terkomputerisasi, bagian bahan bakar, dan bagian mesin penggerak misil. Mesin yang menggerakkan misil tersebut adalah mesin turbojet yang diberi nama Turbojet 500 N.
  4. Kecerdasan Tiruan Kognitif, merupakan penemuan baru dibidang Artificial Intelligence.  Adalah  Prof. Dr. Adang Suwandi Ahmad yang menjabat Ketua Kelompok Keilmuan Elektronika Instrumentasi STEI-ITB sekaligus Dekan STEI peride 2008-2012, menyatakan tidak setuju dengan istilah kecerdasan buatan. Pasalnya, manusia tidak punya kemampuan untuk menciptakan suatu kecerdasan, akan tetapi hanya bisa menirukan saja. Sehingga istilah ‘kecerdasan’ tiruan dianggap lebih pantas.
  5. Baja Fasa Ganda, merupakan hasil karya dari Achmad Ariaseta (Alumni Teknik Metalurgi 2011) melakukan penelitian di bidang metalurgi fisik untuk menghasilkan baja seperti yang diharapkan oleh konsumen otomotif. Dalam penelitiannya, Achmad menggunakan baja jenis High Strengh Low Alloy (HSLA) tipe API 5L B yang didalamnya terkandung karbon sekitar 0.05-0.25%. Baja tersebut akan diberikan perlakuan ulang untuk untuk memperoleh baja AHSS dengan sifat mekanik yang unggul dan biaya produksi yang terjangkau.
  6. Baja Trip berkekuatan Tinggi, saat ini industri kendaraan roda empat gencar bersaing untuk memproduksi mobil berbahan baja ringan, namun memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi dengan harga yang relatif terjangkau oleh konsumen. Pengembangan industri baja sedang mengarah ke Advanced High Strength Steel (AHSS), yaitu baja berkekuatan tinggi yang dikembangkan dan telah diaplikasikan untuk struktur kendaraan yang akan diproduksi dengan penurunan berat serta ketebalan kendaraan, tentu saja dengan biaya yang relatif murah.  Namun, material jenis ini membutuhkan komponen pemadu dalam jumlah yang cukup banyak sehingga menyebabkan peningkatan biaya produksi yang berlebihan. Beranjak dari permasalahan ini, Awidia Eswandari Juwita (Teknik Metalurgi 2010) melakukan sebuah penelitian di bidang Alloy Design (desain paduan logam) untuk memperoleh hasil paduan yang dapat digunakan untuk memperoleh baja AHSS dengan sifat mekanik yang unggul dan biaya produksi yang terjangkau.
  7. Brain Computing, Kemajuan teknologi di Indonesia dinilai berkembang dengan sangat cepat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi berbasis teknologi yang diciptakan langsung oleh orang Indonesia. Saat ini, teknologi telah berhasil menguasai berbagai bidang, seperti bidang komunikasi, bidang pendidikan, dan bahkan bidang kesehatan.
    Beranjak dari penerapan teknologi di bidang kesehatan, tiga mahasiswa Teknik Elektro ITB mendesain sebuah alat yang dapat mengirimkan sinyal otak untuk menggerakan sebuah robot tangan. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ausi Hernanto (Teknik Elektro 2009), Muhammad Husni (Teknik Elektro 2009), dan Makmur Koko (Teknik Elektro 2009). Alat ini dirancang untuk membantu penderita penyakit stroke yang tidak mampu menggerakkan jaringan tubuhnya. Melalui penelitian tugas akhir yang diberi judul ‘Brain Computer Interface sebagai Pengendali Robot Tangan’, tim ini mencoba merancang alat tersebut secara sederhana sehingga dapat digunakan oleh penderita.
  8. Body Jam untuk Kesehatan Kulit, kosmetik saat ini sangat beragam jenis produknya, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut terdapat perawatan tertentu. Hanya saja terdapat kosmetik yang dapat menimbulkan efek samping terhadap penggunanya.  Masih banyak kosmetik wanita yang menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kulit atau karsinogenik. Oleh karena itu, Ujang Purmana (Sains dan Teknologi Farmasi 2011), Nur Azizah Fitria (Sains dan Teknologi Farmasi 2011), Citra Khairina (Farmasi Klinik dan Komunitas 2010) membuat Body Jam yang terbuat dari ekstrak buah-buahan yaitu stroberi, nanas, dan tomat. Ekstrak buah dipakai sebagai bahan utama berdasarkan hasil survey yang dilakukan bahwa hampir 86% responden tertarik dengan produk perawatan kulit yang berasal dari buah-buahan.
  9. Perjelas Perbatasan Indonesia di Pulau Sebatik, Ketidakjelasan perbatasan di beberapa wilayah antara Indonesia dan negara tetangga sering kali menjadi topik perbincangan di masyarakat. Perbatasan di Pulau Sebatik adalah salah satunya. Pulau ini terbagi atas dua wilayah, yaitu Sebatik wilayah Malaysia di bagian utara dan Sebatik wilayah Indonesia di bagian selatan. Walaupun terdapat penjaga perbatasan, ternyata Pulau Sebatik tidak mempunyai dinding atau kawat berduri yang membatasi perbatasan secara jelas. Sehubungan dengan permasalahan ini, dosen geodesi Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. Kosasih Prijatna, M. Sc., melakukan sebuah penelitian mengenai daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik.

 

Berita Terkait