Tonggeret Serangga 'Vampir' Bernyayi Setelah Belasan Tahun Tertidur

Tonggeret, nama ini tidak lagi asing bagi masyarakat Jawa Barat. Suaranya yang nyaring di akhir musim penghujan menjadi tanda tersendiri bahwa musim akan berganti kemarau.

Banyak nama untuk Tonggeret. Di negara jepang disebut Semi, di Perancis disebut Cigale, di Spanyol disebut Cigarre, di Sunda disebut Cengreret, di Jawa disebut Garengpung.

Dalam perjalanan menuliskan berita ini, kami berusaha mencari tau siklus hidup dari hewan sejenis serangga ini yang bentuknya mirip lalat namun ukuran nya lebih besar. Meskipun bukan spesies yang sama dengan lalat, serangga ini sangat menarik perhatian bagi kalangan pecinta serangga.

Mengenal Keunikan Tonggeret

Tidak seperti halnya serangga lainnya, tonggeret tidak mengunyah makanannya, melainkan dengan cara menancapkan mulutnya yang seperti jarum dan menghisap sari makanan nya dari dalam batang pohon layaknya vampir di dunia film.

Tonggeret merupakan serangga yang siklus hidup nya dianggap tidak sempurna. Terdapat empat fase metamorfosis tonggeret, yaitu fase larva atau telur, nimfa, muda dan tonggeret dewasa. Meskipun tidak semua tonggeret jantan dewasa yang dapat mengeluarkan suara nyaring, namun hanya sedikit tonggeret betina yang dapat melakukannya. Setiap spesies memiliki nyanyian yang berbeda agar tidak terjadi kesalahan kawin dengan spesies lain.

Setelah musim kawin, tonggeret betina akan bertelur dengan membuat celah pada batang pohon dan meletakkan telur-telur nya melalui organ ovipositor di bagian belakang tubuhnya. Larva kemudian menetas menjadi nimfa dengan memakan cairan yang ada pada pohon. Bentuknya seperti rayap atau semut kecil berwarna putih susu. Setelah siap dengan bekalnya, nimfa akan jatuh ke tanah untuk memasuki fase perubahan menjadi tonggeret muda. Nimfa akan membuat lubang-lubang kecil dalam tanah dan  mengubur dirinya hingga bertahun-tahun lamanya untuk kemudian merayap keluar menjadi tonggeret muda yang masih berwarna putih pucat dengan ukuran sayap yang relatif kecil.

Terdapat tiga jenis tonggeret, yaitu jenis tonggeret tahunan, dimana siklus hidupnya terjadi dalam waktu setahun. Jenis kedua adalah tipe periodik atau berkala, dimana fase nimfa nya bisa bertahan 8 hingga 17 tahun terkubur didalam tanah sebelum menjadi tonggeret muda. Jenis ketiga adalah Proto-periodik, yang bisa saja muncul tiap tahun dan beberapa tahun kemudian juga akan muncul, namun dalam jumlah yang besar secara sekaligus.

Saat ini ada sekitar 170 varietas termasuk spesies dan subspesies Tonggeret diseluruh dunia. Beberapa diantaranya dapat anda temui di Kampus ITB Jatinangor. Bila anda berkesempatan untuk bertemu serangga Tonggeret di kampus kami, silahkan berbagi cerita dan foto Tonggeret dengan cara mengirimkan email melalui humas@jatinangor.itb.ac.id dengan Subyek ‘Dari Situ Ke Situ’. Kami akan dengan senang hati menerima berita dari anda untuk kami sampaikan ke pembaca Situs Jatinangor.

 

Referensi :

1. http://www.cicadamania.com/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Tonggeret

 

Berita Terkait